Las di Bengkel TPM: Menyambung Logam dengan Aman
Pengelasan menyambung dua bagian logam dengan cara melelehkan tepinya, kadang ditambah kawat pengisi, sampai menyatu saat dingin. Hampir semua rangka, tangki, dan konstruksi baja di sekitar kita dibuat dengan cara ini.
Di TEFA TPM, unit Las menjadi tempat bagian-bagian hasil potong dan bubut dirakit menjadi satu produk.
Persiapan yang menentukan hasil
Las yang kuat dimulai dari persiapan. Tepi pelat dibersihkan dari karat, cat, dan minyak. Untuk pelat tebal, tepinya dibuat miring (dibevel) supaya cairan las bisa masuk sampai ke dasar sambungan. Celah antarbagian juga diatur. Terlalu rapat, las tidak tembus. Terlalu lebar, hasilnya bolong.
Membaca hasil las
Siswa belajar menilai hasil las dengan mata lebih dulu: lebar manik yang rata, tidak ada lubang kecil, tidak ada takik di pinggir, dan tidak ada percikan yang menempel berlebihan. Cacat seperti ini mudah dicegah kalau arus, kecepatan tangan, dan sudut elektroda sudah pas.
K3 di unit las
- Topeng las dengan kaca gelap yang sesuai, karena cahaya busur las bisa merusak mata.
- Sarung tangan kulit, apron, dan sepatu keselamatan.
- Ventilasi yang cukup untuk membuang asap las.
- Tidak ada bahan mudah terbakar di sekitar area kerja.
- Kabel dan klem massa diperiksa sebelum mesin dinyalakan.
Kebiasaan ini diulang setiap praktik sampai jadi refleks. Di industri, pekerja las yang disiplin K3 lebih dipercaya daripada yang hanya cepat.
Keterampilan las juga dibutuhkan di industri seperti pembuatan tangki transformator. Baca artikel kerja sama TPM dengan B&D Transformer.
Tulis komentar