Teaching Factory TPM: Empat Unit Produksi di Bengkel Kami
Teaching Factory, atau TEFA, adalah cara belajar yang meniru suasana pabrik. Benda yang dikerjakan siswa punya gambar kerja, target waktu, dan pemeriksaan kualitas seperti pesanan di industri. Hasilnya dipakai orang, jadi ukurannya harus benar.
TPM SMKS Islam 1 Kota Blitar menjalankan empat unit TEFA. Masing-masing punya mesin dan alur kerjanya sendiri.
1. CNC Milling
Mesin frais CNC memotong benda kerja berbentuk balok atau pelat tebal. Hasilnya bisa berupa permukaan rata, kantong, alur, atau lubang yang posisinya presisi. Siswa belajar dari gambar CAD, mengubahnya jadi program, lalu menjalankannya di mesin. Baca lebih lanjut di CNC Milling di TEFA TPM.
2. CNC Turning
Mesin bubut CNC mengerjakan benda yang berputar, seperti poros, bus, dan baut khusus. Benda kerja dijepit di cekam dan berputar, sementara pahat bergerak mengikuti program. Penjelasannya ada di CNC Turning.
3. CNC Laser Cutting
Unit ini memotong pelat logam mengikuti gambar. Bentuk yang rumit, seperti huruf, lubang berpola, atau braket, bisa dipotong rapi tanpa banyak pekerjaan tambahan. Lihat CNC Laser Cutting.
4. Las
Pengelasan menyambung bagian-bagian logam jadi satu konstruksi. Di TEFA, las sering jadi langkah terakhir setelah pelat dipotong laser atau komponen dibubut. Baca Las di bengkel TPM.
Kenapa empat unit ini saling terhubung
Satu produk sering melewati lebih dari satu unit. Contohnya rangka dudukan: pelatnya dipotong di unit laser, lubang bautnya dirapikan di unit milling, porosnya dibubut di unit turning, lalu semuanya disambung di unit las. Siswa jadi melihat proses produksi dari awal sampai barang jadi, bukan satu mesin saja.
Di setiap unit, hasil kerja diukur sebelum diserahkan. Kebiasaan ini yang dibawa siswa ke tempat kerja nanti.
Tulis komentar